Tampilkan postingan dengan label electric teory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label electric teory. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Maret 2012

Fuse

Sebagian besar pesawat elektronik menggunakan fuse/sekering, sedangkan pengertian fuse/sekering adalah bagian yang mengamankan pesawat elektronik bila terjadi hubung singkat atau kesalahan lain yang mengakibatkan arus naik secara tidak normal. Dengan demikian, seluruh pesawat dapat dihindari dari kerusakan total, misalnya terjadi hubung singkat dari salah satu atau beberapa komponen di dalam pesawat. Meskipun tugas utama sebagai pengaman, fuse atau sekering ini juga mempunyai tugas/kegunaan (tambahan), yaitu sebagai pemilih tegangan jala-jala.
Macam-macam fuse / sekering
Sekering/fuse yang umum digunakan adalah:
1. Sekering lebur
Sekering lebur akan bekerja ketika ada tegangan lebih (overvoltage) sehingga meleburkan elemen lebur yang memutus aliran arus pada rangkaian
Gambar Fuse lebur
2. Sekering suhu (termal fuse)
Sekering suhu bekerja ketika sistem over head atau panas lebih sehingga mengakibatkan sekering trip (memutus arus)
Gambar Fuse termal
3. Sekering waktu (timer fuse)
Sekering dengan waktu tertentu, bisa menset waktu sesuai dengan program yang kita tentukan agar sekering tersebut bekerja.
Gambar Timer fuse

Minggu, 11 Maret 2012

Penyebab Kebakaran dari Listrik





Penyebab Kebakaran dari Listrik
Hubung Singkat (Short Circuit)
Salah satu contoh dari sumber panas dari listrik adalah hubung singkat. Hubung singkat muncul jika sebuah kabel bertegangan terhubung dengan kabel ground atau common, atau kabel yang berbeda fasa bersentuhan, sehingga terjadi aliran arus tinggi antar kabel. Dalam keadaan fuse atau alat pengaman lainnya bekerja dengan baik, fuse akan memutus aliran listrik, sehingga panas sesaat yang timbul tak cukup signifikan sebagai pemantik kebakaran.
Akan tetapi jika fuse tidak bekerja, arus yang besar akan mengalir melalui kabel secara terus menerus dan akan menyebabkan kabel kelebihan panas (over heated). Dalam jangka waktu tertentu kabel bisa meleleh dan dapat menjadi pemicu kebakaran jika memantik barang-barang disekitarnya.
Sirkuit Over Fused
Kondisi lain yang menimbulkan panas dari listrik adalah over fused. Dalam kondisi ini kabel memiliki kuat hantar arus yang lebih rendah dari fused yang dipasang, sehingga ketika arus yang mengalir di kabel melebihi ratingnya tidak terjadi pemutusan arus oleh fuse. Meskipun kabel dirancang untuk bekerja diatas rating capacity-nya akan tetapi kenaikan arus melebihi rating ini menyebabkan kabel menjadi lebih panas. Hal ini tidak akan menjadi masalah selama panas tersebut dapat didisipasikan oleh kabel. Akan tetapi jika kabel tersebut tidak memiliki cukup ruang untuk mendisipasi panasnya maka panas tersebut akan bertambah lebih cepat dibandingkan panas yang dapat didisipasikan. Sebagai akibatnya, jika lingkungan sekitar mudah terbakar dapat memulai proses terjadinya api.
Arus Bocor (Leakage Current)
Arus bocor dapat menjadi salah satu penyebab kebakaran oleh listrik. Salah satu penyebab timbulnya arus bocor yaitu ketika air menjadi pengantara listrik. Kawat yang terbuka yang biasanya terdapat pada koneksi dan saklar dapat bersentuhan dengan air pada daerah yang lembab, misalnya kamar mandi atau plafon yang bocor. Karena air dapat menjadi penghantar listrik, maka arus dapat mengalir antara yang kabel yang bertegangan melalui air ke ground. Dalam jangka waktu tertentu, air dapat mengakumulasikan garam yang menambah kemampuannya untuk mengalirkan arus. Pada akhirnya arus ini dapat membentuk sebuah jalur yang yang di sebut jembatan karbon, yang dapat menciptakan busur api secara kontinyu atau membangkitkan panas yang cukup signifikan, yang jika berada di sekitar area yang mudah terbakar dapat menyebabkan terbentuknya api. Kebakaran akibat arus bocor ini dapat dicegah dengan memasang Gawai Pengaman Arus Sisa (GPAS).
Kontak Listrik
Proses kontak dapat juga menyebabkan panas berlebih. Setiap kali kontak Open atau Close, muncul bunga api. Bunga api ini cukup untuk menyebabkan kebakaran jika gas atau udara berada dalam lokasi bunga api tersebut.
Langkah Antisipasi
Penggunaan Peralatan Tenaga Listrik Sesuai Standar
Secara teknis telah dibahas penyebab-penyebab sumber panas dari listrik yang dapat menyebabkan kebakaran. Proses terjadinya api dapat dicegah jika proteksi dapat berjalan dengan baik dan menggunakan peralatan sesuai dengan standar yang berlaku. Pemasangan peralatan tenaga listrik harus mengikuti standar yang telah ditetapkan, untuk di Indonesia menggunakan Pedoman Umum Instalasi Listrik Tahun 2000 (PUIL 2000).
Pemasangan instalasi di rumah-rumah penduduk dilaksanakan oleh asosiasi kontraktor listrik. Saat ini telah ada 3 asosiasi yang diakui oleh Pemerintah, yaitu AKLI, AKLINDO dan PAKLINA. Instalatir punya peranan yang cukup signifikan dalam rangka mewujudkan pemakaian peralatan standar, karena peralatan yang dipasang dipilih oleh instalatir, masyarakat biasanya hanya menyerahkan saja kepada instalatir. Untuk memberi jaminan keamanan kepada pengguna listrik, Undang-undang Ketenagalistrikan menetapkan bahwa setiap instalasi listrik yang beroperasi harus memiliki sertifikat laik operasi, yang khusus untuk tegangan rendah sertifikasi dilaksanakan oleh Konsuil. Jadi setelah dipasang oleh instalatir, rangkaian tersebut harus diperiksa oleh Konsuil untuk diterbitkan Sertifikat Laik Operasi (SLO), PLN akan memasang setelah Konsuil menerbitkan SLO.
Undang-undang juga mewajibkan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan harus memiliki sertifikat kompetensi, sehingga instalatir yang memasang mengerti seluk beluk standar instalasi listrik.
Pengawasan Barang Beredar
Untuk meningkatkan keselamatan penggunaan listrik, pemerintah telah menetapkan peralatan instalasi di rumah tangga yang harus memiliki SNI wajib, diantaranya MCB, Tusuk Kontak, Kotak Kontak dan Saklar. Akan tetapi peredaran barang-barang non SNI maupun SNI palsu masih dapat ditemui dibanyak tempat di Jakarta. nggung jauh lebih besar. Untuk mengurangi barang-barang seperti ini pihak terkait Harga barang-barang ini memang lebih murah daripada aslinya akan tetapi resiko yang ditanggung jauh lebih besar. Pihak berwenang khususnya Kementerian Perdagangan harus lebih proaktif melakukan operasi pasar pemberantasan barang-barang palsu dan non-SNI tersebut.
Kesadaran Masyarakat
Perkembangan ekonomi menyebabkan peralatan elektronik bertambah secara signfikan sehingga beban listrik meningkat, akibatnya kabel banyak disambung pada satu titik untuk beban yang beragam. Kadang-kadang di perkantoran, satu kotak kontak melayani beban komputer, printer dan dispenser untuk satu ruangan, sementara masih banyak instalasi listrik masih menggunakan desain lama sehingga kabel yang digunakan tidak mampu lagi menahan arus yang melewatinya. Dalam praktik sehari-hari kita sering menemukan sambungan-sambungan listrik yang asal-asalan diperkantoran, bahkan penulis pernah menemukan kabel sambungan dari stop kontak yang digunakan oleh sebuah hotel adalah jenis kabel untuk jaringan internet (UTP cable), tentu ini berbahaya karena kabel UTP tidak dirancang sebagai kabel power, dan hanya dirancang untuk arus lemah.
Hal yang sama juga sering kita jumpai di perumahan, dimana satu kotak kontak melayani mesin cuci, kulkas, dispenser dan TV, dan yang lebih parah kabel yang digunakan adalah kabel yang ukurannya lebih kecil dari beban yang bisa ditanggung.

Transformator Daya dan Cara Pengujiannya


Transformator tenaga adalah suatu peralatan tenaga listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga/daya listrik dari tegangan tinggi ke tegangan rendah atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan). Dalam operasi umumnya, trafo-trafo tenaga ditanahkan pada titik netralnya sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan/proteksi, sebagai contoh transformator 150/70 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV, dan transformator 70/20 kV ditanahkan dengan tahanan di sisi netral 20 kV nya. Transformator yang telah diproduksi terlebih dahulu melalui pengujian sesuai standar yang telah ditetapkan.

Klasifikasi 

Transformator tenaga dapat di klasifikasikan menurut: • Pasangan: 
  • Pasangan dalam 
  • Pasanga luar
• Pendinginan Menurut cara pendinginannya dapat dibedakan sebagai berikut: (lihat Tabel 1) 
• Fungsi/Pemakaian
  • Transformator mesin 
  • Transformator Gardu Induk 
  • Transformato 
r Distribusi • Kapasitas dan Tegangan Untuk mempermudah pengawasan dalam operasi trafo dapat dibagi menjadi: Trafo besar, Trafo sedang, Trafo kecil. 

Cara Kerja dan Fungsi Tiap-tiap Bagian

Suatu transformator terdiri atas beberapa bagian yang mempunyai fungsi masing-masing: • Bagian utama
 - Inti besi
 Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan-lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh “Eddy Current”.
 - Kumparan trafo
 Beberapa lilitan kawat berisolasi membentuk suatu kumparan. Kumparan tersebut diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap kumparan lain dengan isolasi padat seperti karton, pertinax dan lain-lain.
 Umumnya pada trafo terdapat kumparan primer dan sekunder. Bila kumparan primer dihubungkan dengan tegangan/arus bolak-balik maka pada kumparan tersebut timbul fluksi yang menginduksikan tegangan, bila pada rangkaian sekunder ditutup (rangkaian beban) maka akan mengalir arus pada kumparan ini. Jadi kumparan sebagai alat transformasi tegangan dan arus.
- Kumparan tertier
 Kumparan tertier diperlukan untuk memperoleh tegangan tertier atau untuk kebutuhan lain. Untuk kedua keperluan tersebut, kumparan tertier selalu dihubungkan delta. Kumparan tertier sering dipergunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu seperti kondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt, namun demikian tidak semua trafo daya mempunyai kumparan tertier.
- Minyak trafo
 Sebagian besar trafo tenaga kumparan-kumparan dan intinya direndam dalam minyak-trafo, terutama trafo-trafo tenaga yang berkapasitas besar, karena minyak trafo mempunyai sifat sebagai media pemindah panas (disirkulasi) dan bersifat pula sebagai isolasi (daya tegangan tembus tinggi) sehingga berfungsi sebagai media pendingin dan isolasi. Untuk itu minyak trafo harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
 
 
  • kekuatan isolasi tinggi 
  • penyalur panas yang baikberat jenis yang kecil, sehingga partikel-partikel dalam minyak dapat mengendap dengan cepat 
  • viskositas yang rendah agar lebih mudah bersirkulasi dan kemampuan pendinginan menjadi lebih baik 
  • titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yang dapat membahayakan 
  • tidak merusak bahan isolasi padat 
  • sifat kimia y
ang stabil. - Bushing
 Hubungan antara kumparan trafo ke jaringan luar melalui sebuah busing yaitu sebuah konduktor yang diselubungi oleh isolator, yang sekaligus berfungsi sebagai penyekat antara konduktor tersebut denga tangki trafo.
- Tangki dan Konservator
 Pada umumnya bagian-bagian dari trafo yang terendam minyak trafo berada (ditempatkan) dalam tangki. Untuk menampung pemuaian minyak trafo, tangki dilengkapi dengan konservator.
• Peralatan Bantu
 - Pendingin
 Pada inti besi dan kumparan-kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi besi dan rugi-rugi tembaga. Bila panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, akan merusak isolasi di dalam trafo, maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut trafo perlu dilengkapi dengan sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar trafo.
 Media yang digunakan pada sistem pendingin dapat berupa: Udara/gas, minyak dan air. Pengalirannya (sirkulasi) dapat dengan cara : 
  • Alamiah (natural) 
  • Tekanan/paksaan (forced). 
Macam-macam dan sistem pendingin trafo berdasarkan media dan cara pengalirannya dapat diklasifikasikan seperti pada Tabel 1. - Tap Changer (perubah tap)
 Tap Changer adalah perubah perbandingan transformator untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder sesuai yang diinginkan dari tegangan jaringan/primer yang berubah-ubah. Tap changer dapat dilakukan baik dalam keadaan berbeban (on-load) atau dalam keadaan tak berbeban (off load), tergantung jenisnya.
- Alat pernapasan
 Karena pengaruh naik turunnya beban trafo maupun suhu udara luar, maka suhu minyakpun akan berubah-ubah mengikuti keadaan tersebut. Bila suhu minyak tinggi, minyak akan memuai dan mendesak udara di atas permukaan minyak keluar dari dalam tangki, sebaliknya bila suhu minyak turun, minyak menyusut maka udara luar akan masuk ke dalam tangki.
 Kedua proses di atas disebut pernapasan trafo. Permukaan minyak trafo akan selalu bersinggungan dengan udara luar yang menurunkan nilai tegangan tembus minyak trafo, maka untuk mencegah hal tersebut, pada ujung pipa penghubung udara luar dilengkapi tabung berisi kristal zat hygroskopis.
- Indikator
 Untuk mengawasi selama trafo beroperasi, maka perlu adanya indicator pada trafo sebagai berikut:
  • indikator suhu minyak 
  • indikator permukaan minyak 
  • indikator sistem pendingin 
  • indikator kedudukan tap 
  • dan sebagainya.
• Peralatan Proteksi  - Rele Bucholz
 Rele Bucholz adalah rele alat/rele untuk mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo yang menimbulkan gas. 
Gas yang timbul diakibatkan oleh:
a. Hubung singkat antar lilitan pada/dalam phasa 
b. Hubung singkat antar phasa 
c. Hubung singkat antar phasa ke tanah 
d. Busur api listrik antar laminasi 
e. Busur api listrik karena kontak yang kurang baik. 
- Pengaman tekanan lebih 
Alat ini berupa membran yang dibuat dari kaca, plastik, tembaga atau katup berpegas, berfungsi sebagai pengaman tangki trafo terhadap kenaikan tekan gas yang timbul di dalam tangki yang akan pecah pada tekanan tertentu dan kekuatannya lebih rendah dari kakuatan tangi trafo.
- Rele tekanan lebih
 Rele ini berfungsi hampir sama seperti rele Bucholz, yakni mengamankan terhadap gangguan di dalam trafo. Bedanya rele ini hanya bekerja oleh kenaikan tekanan gas yang tiba-tiba dan langsung mentripkan P.M.T.
- Rele Diferensial
 Berfungsi mengamankan trafo dari gangguan di dalam trafo antara lain flash over antara kumparan dengan kumparan atau kumparan dengan tangki atau belitan dengan belitan di dalam kumparan ataupun beda kumparan.
- Rele Arus lebih
 Befungsi mengamankan trafo arus yang melebihi dari arus yang diperkenankan lewat dari trafo terseut dan arus lebih ini dapat terjadi oleh karena beban lebih atau gangguan hubung singkat.
- Rele Tangki tanah
 Berfungsi untuk mengamankan trafo bila ada hubung singkat antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan pada trafo.
- Rele Hubung tanah
 Berfungsi untuk mengamankan trafo bila terjadi gangguan hubung singkat satu phasa ke tanah.
- Rele Termis
 Berfungsi untuk mencegah/mengamankan trafo dari kerusakan isolasi kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. Besaran yang diukur di dalam rele ini adalah kenaikan temperatur.

Pengujian Transformator

Pengujian transformator dilaksanakan menurut SPLN’50-1982 dengan melalui tiga macam pengujian, sebagaimana diuraikan juga dalam IEC 76 (1976), yaitu : - Pengujian Rutin
 Pengujian rutin adalah pengujian yang dilakukan terhadap setiap transformator, meliputi:
  • pengujian tahanan isolasi 
  • pengujian tahanan kumparan 
  • pengujian perbandingan belitan Pengujian vector group 
  • pengujian rugi besi dan arus beban kosong 
  • pengujian rugi tembaga dan impedansi 
  • pengujian tegangan terapan (Withstand Test) 
  • pengujian tegangan induksi (Induce Test).
- Pengujian jenis  Pengujian jenis adalah pengujian yang dilaksanakan terhadap sebuah trafo yang mewakili trafo lainnya yang sejenis, guna menunjukkan bahwa semua trafo jenis ini memenuhi persyaratan yang belum diliput oleh pengujian rutin. Pengujian jenis meliputi:
 
 
  • pengujian kenaikan suhu
  • pengujian impedansi
- Pengujian khusus  Pengujian khusus adalah pengujian yang lain dari uji rutin dan jenis, dilaksanakan atas persetujuan pabrik denga pmbeli dan hanya dilaksanakan terhadap satu atau lebih trafo dari sejumlah trafo yang dipesan dalam suatu kontrak. Pengujian khusus meliputi :
 
 
  • pengujian dielektrik
  • pengujian impedansi urutan nol pada trafo tiga phasa
  • pengujian hubung singkat
  • pengujian harmonik pada arus beban kosong
  • pengujian tingkat bunyi akuistik
  • pengukuran daya yang diambil oleh motor-motor kipas dan pompa minyak.
• Pengujian Rutin  - Pengukuran tahanan isolasi
 Pengukuran tahanan isolasi dilakukan pada awal pengujian dimaksudkan untuk mengetahui secara dini kondisi isolasi trafo, untuk menghindari kegagalan yang fatal dan pengujian selanjutnya, pengukuran dilakukan antara:
  • sisi HV - LV
  • sisi HV - Ground
  • sisi LV- Groud
  • X1/X2-X3/X4 (trafo 1 fasa)
  • X1-X2 dan X3-X4 )trafo 1 fasa yang dilengkapi dengan circuit breaker.
Pengukuran dilakukan dengan menggunakan megger, lebih baik yang menggunakan baterai karena dapat membangkitkan tegangan tinggi yang lebih stabil. Harga tahanan isolasi ini digunakan untuk kriteria kering tidaknya trafo, juga untuk mengetahui apakah ada bagian-bagian yang terhubung singkat. - Pengukuran tahanan kumparan
 Pengukuran tahanan kumparan adalah untuk mengetahui berapa nilai tahanan listrik pada kumparan yang akan menimbulkan panas bila kumparan tersebut dialiri arus.
 Nilai tahanan belitan dipakai untuk perhitungan rugi-rugi tembaga trafo.
 Pada saat melakukan pengukuran yang perlu diperhatikan adalah suhu belitan pada saat pengukuran yang diusahakan sama dengan suhu udara sekitar, oleh karenanya diusahakan arus pengukuran kecil.
 Peralatan yang digunakan untuk pengukuran tahanan di atas 1 ohm adalah Wheatstone Bridge, sedangkan untuk tahanan yang lebih kecil dari 1 ohm digunakan Precition Double Bridge.
 Pengukuran dilakukan pada setiap fasa trafo, yaitu antara terminal:
 Untuk terminal tegangan tinggi:
 a. Trafo 3 fasa
     - fasa A - fasa B  - fasa B - fasa C  - fasa C - fasa A 
b. Trafi 1 fasa
    - terminal H1-H2 untuk trafo double bushing  - terminal H1-Ground untuk trafo single bushing
Untuk sisi tegangan rendah  a. Trafo 3 fasa
 
 
    - fasa a - fasa b  - fasa b - fasa c  - fasa c - fasa a
b. Trafo 1 fasa  - terminal X1-X4 dengan X2-X3 dihubung singkat.
Pengukuran dengan Wheatstone bridge digunakan untuk tahanan di atas 1 ohm. Rangkaian pengukuran dapat dilihat pada Gambar 1. Pada keadaan seimbang berlaku rumus:
Rx adalah hagra tahanan belitan yang diukur = factor pengali. Pengukuran dengan Precition double bridge digunakan untuk tahanan yang lebih kecil dar 1 ohm. Rangkaian pengukuran seperti Gambar 2. Tahanan yang diukur Rx dapat dihitung dengan menggunakan rumus: 
- Pengukuran perbandingan belitan
 Pengukuran perbandingan belitan adalah untuk mengetahui perbandingan jumlah kumparan sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah pada setiap tapping, sehingga tegangan output yang dihasilkan oleh trafo sesuai dengan yang dikehendaki. toleransi yang diijinkan adalah:
 a. 0,5 % dari rasio tegangan atau b. 1/10 dari persentase impedansi pada tapping nominal.
 Pengukuran perbandingan belitan dilakukan pada saat semi assembling yaitu setelah coil trafo di assembling dengan inti besi dan setelah tap changer terpasang, pengujian kedua ini bertujuan untuk mengetahui apakah posisi tap trafo telah terpasang secara benar dan juga untuk pemeriksaan vector group trafo.
 Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan Transformer Turn Ratio Test (TTR), misalnya merk Jemes G. Biddle Co Cat. No.55005 atau Cat. No. 550100-47.
- Pemeriksaan Vector Group
 Pemeriksaan vector group bertujuan untuk mengetahui apakah polaritas terminal-terminal trafo positif atau negatif. Standar dari notasi yang dipakai adalah ADDITIVE dan SUBTRACTIVE.
- Pengukuran rugi dan arus beban kosong
 Pengukuran ini untuk mengetahui berapa daya yang hilang yang disebabkan oleh rugi histerisis dan eddy current dari inti besi (core) dan besarnya arus yang ditimbulkan oleh kerugian tersebut. Pengukuran dilakukan dengan memberikan tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka.
- Pengukuran rugi tembaga dan impedansi
 Pengukuran ini bertujuan untum mengetahui besarnya daya yang hilang pada saat trafo beroperasi akibat dari tembaga (Wcu) dan strey loss (Ws) trafo yang digunakan.
 Pengukuran dilakukan dengan memberi arus nominal pada salah satu sisi dan pada sisi yang lain dihubung-singkat, dengan demikian akan terbangkit juga arus nominal pada sisi tersebut, sehingga trafo seolah-olah dibebani penuh.
 Perhitungan rugi beban penuh (Wcu) dan impedansi (Iz), dimana pada waktu pengukuran tahanan belitan (R), Wcu dan Iz dilakukan pada saat suhu rendah (udara sekitar (t)), maka Wcu dan Iz perlu dikoreksi terhadap suhu acuan 75ÂșC, dimana factor koreksi (a) adalah :
 - Pengujian tegangan terapan (Withstand Test)
 Pengujian ini dimaksudkan untuk menguji kekuatan isolasi antara kumparan dan body tangki.
 Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan uji sesuai denga standar uji dan dilakukan pada:
    - sisi tegangan tinggi terhadap sisi tegangan rendah dan body yang di ke tanahkan  - sisi tegangan rendah terhadap sisi tegangan tinggi dan body yang di ke tanahkan.  - waktu pengujian 60 detik.
- Pengujian tegangan induksi  Pengujian tegangan induksi bertujuan untuk mengetahui kekuatan isolasi antara layer dari tiap-tiap belitan dan kekuatan isolasi antara belitan trafo. Pengujian dilakukan dengan memberi tegangan supply dua kali tegangan nominal pada salah satu sisi dan sisi lainnya dibiarkan terbuka. Untuk mengatasi kejenuhan pada inti besi (core) maka frekwensi yang digunakan harus dinaikkan sesuai denga kebutuhan. Lama pengujian tergantung pada besarnya frekwensi pengujian berdasarkan rumus:
waktu pengujian maksimum adalah 60 detik.
 - Pengujian kebocoran tangki
 Pengujian kebocoran tangki dilakukan setelah semua komponen trafo terpasang. Pengujian dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan kondisi paking dan las trafo. Pengujian dilakukan dengan memberikan tekanan nitrogen (N2) sebesar kurang lebih 5 psi dan dilakukan pengamatan pada bagian-bagian las dan paking dengan memberikan cairan sabun pada bagian tersebut. Pengujian dilakukan sekitar 3 jam apakah terjadi penurunan tekanan.
• Pengujian Jenis (Type Test)
 - Pengujian kenaikan suhu
 Pengujian kenaikan suhu dimaksudkan untuk mengetahui berapa kenaikan suhu oli dan kumparan trafo yang disebabkan oleh rugi-rugi trafo apabila trafo dibebani. Pengujian ini juga bertujuan untuk melihat apakah penyebab panas trafo sudah cukup effisien atau belum.
 Pada trafo dengan tapping tegangan di atas 5% pengujian kenaikan suhu dilakukan pada tappng tegangan terendah (arus tertinggi), pada trafo dengan tapping maksimum 5% pengujian dilakukan pada tapping nominal.
 Pengujian kenaikan suhu sama dengan pengujian beban penuh, pengujian dilakukan dengan memberikan arus trafo sedemikian hingga membangkitkan rugi-rugi trafo, yaitu rugi beban penuh dan rugi beban kosong.
 Suhu kumparan dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut:
 t adalah suhu sekitar pada saat akhir pengujian.
- Pengujian tegangan impulse
 Pengujian impulse ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik dari sistem isolasi trafo terhadap tegangan surja petir.
 Pengujian impuls adalah pengujian dengan memberi tegangan lebih sesaat dengan bentuk gelombang tertentu. Bila trafo mengalami tegangan lebih, maka tegangan tersebut hampir didistribusikan melalui effek kapasitansi yang terdapat pada :
    - antar lilitan trafo - antar layer trafo - antara coil denga ground.
- Pengujian tegangan tembus oli  Pengujian tegangan tembus oli dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan dielektrik oli. Hal ini dilakukan karena selain berfungsi sebagai pendingin dari trafo, oli juga berfungsi sebagai isolasi.
 Persyaratan yang ditentukan adalah sesuai denga standart SPLN 49 - 1 : 1982, IEC 158 dan IEC 296 yaitu:
 - > = 30 KV/2,5 mm sebelum purifying
- > = 50 KV/2,5 mm setelah purifying
 Peralatan yang dapat digunakan misalnya merk Hipotronics type EP600CD. Cara pengujian:
 - bersihkan tempat sample oli dari kotoran dengan mencucinya dengan oli sampai bersih.
- ambil contoh/sample oli yang akan diuji, usahakan pada saat pengambilan sample oli tidak tersentuh tangan atau terlalu lama terkena udara luar karena oli ini sanga sensitive.
- tempatkan sample oli padaalat tetes.
- nyalakan power alat tetes.
- tekan tombol start dan counter akan mencatat secara otomatis sejauh mana kemampuan dielektrik oli tersebut. Setelah counter berhenti dan tombol reset menyala, tekan tombol reset untuk mengembalikan ke posisi semula.
- hasil pengujian tegangan tembus diambil rata-ratanya setelah dilakukan 5 (lima) kali dengan selang waktu 2 menit.

Kesimpulan

  1. Kelayakan operasi dari suatu transformator daya dapat ditetapkan setelah melalui tahapan-tahapan pengujian berdasarkan standar yang berlaku. 
  2. Ketelitian dari proses pengujian transformator daya sangan dipengaruhi oleh temperatur ruang serta ketepatan waktu pelaksanaannya.
  3. Keandalan transformator selama masa operasi, sangat ditentukan oleh cara pemeliharaannya, sehingga jadwal waktu pemeliharaan perlu dikaji lebih lanjut. q

RADIASI TEGANGAN TINGGI

Radiasi tegangan tinggi
sebenamya sudah sejak lama
dipikirkan oleh para ahli, paling
tidak semenjak James Clark
Maxwell mengumumkan teorinya
tentang :A dynamic theory of the electromagnetic field, suatu
teori revolusioner tentang
pergeseran arus yang
diramalkan dapat menimbulkan
gelombang elektromagnet yang
merambat dengan kecepatan cahaya. Pada waktu teori
tersebut diumumkan (tahun
1865) Maxwell belum
menyebutnya sebagai suatu
radiasi seperti yang kita kenal
saat ini. Secara teoritis elektron yang
membawa arus listrik pada
jaringan tegangan tinggi akan
bergerak lebih cepat bila
perbedaan tegangannya makin
tinggi. Elektron yang membawa arus listrik pada jaringan
interkoneksi dan juga pada
jaringan transmisi, akan
menyebabkan timbulnya medan
magnet maupun medan listrik.
Elektron bebas yang terdapat dalam udara di sekitar jaringan
tegangan tinggi, akan
terpengaruh oleh adanya medan
magnet dan medan listrik,
sehingga gerakannya akan makin
cepat dan hal ini dapat menyebabkan timbulnya ionisasi
di udara. Ionisasi dapat terjadi
karena elektron sebagai partikel
yang bermuatan negatif dalam
gerakannya akan bertumbukan
dengan molekul-molekul udara sehingga timbul ionisasi berupa
ion-ion dan elektron baru. Proses
ini akan berjalan terus selama
ada arus pada jaringan tegangan
tinggi dan akibatnya ion dan
elektron akan menjadi berlipat ganda terlebih lagi bila gradien
tegangannya cukup tinggi. Udara
yang lembab karena adanya
pepohon di bawah jaringan
tegangan tinggi akan lebih
mempercepat terbentuknya pelipatan ion dan elektron yang
disebut dengan avalanche. Akibat berlipatgandanya ion dan
elektron ini (peristiwa avalanche)
akan menimbulkan korona
berupa percikan busur cahaya
yang seringkali disertai pula
dengan suara mendesis dan bau khusus yang disebut dengan bau
ozone. Peristiwa avalanche dan
timbulnya korona akibat adanya
medan magnet dan medan listrik
pada jaringan tegangan tinggi
inilah yang sering disamakan dengan radiasi gelombang
elektromagnet atau radiasi
tegangan tinggi. Berbahayakah Radiasi
Tegangan Tinggi itu? Secara umum setiap bentuk
radiasi gelombang elektromagnet
dapat berpengaruh terhadap
tubuh manusia. Sel-sel tubuh
yang mudah membelah adalah
bagian yang paling mudah dipengaruhi oleh radiasi. Tubuh
yang sebagian besar berupa
molekul air, juga mudah
mengalami ionisasi oleh radiasi.
Seberapa jauh pengaruhnya
terhadap tubuh manusia, tergantung pada batas-batas
aman yang diizinkan. Sebagai
contoh untuk radiasi nuklir yang
aman bagi manusia (untuk
pekerja radiasi) adalah dosis di
bawah 5000 mili Rem per tahun, sedangkan untuk masyarakat
umum adalah 10 % dari harga
tersebut. Lantas bagaimanakah
dengan batasan aman untuk
radiasi tegangan tinggi? Sejauh ini batasan aman untuk
radiasi tegangan tinggi masih
terus diteliti dan para ahli di
seluruh dunia masih belum sampai
kepada kata sepakat tentang
batasan aman tersebut. Penelitian pengaruh radiasi
tegangan tinggi sejauh ini baru
diketahui akibatnya terhadap
binatang percobaan di
laboratorium. Radiasi tegangan
tinggi (radiasi elektromagnet) ternyata mempengaruhi sifat
kekebalan (imun) tikus-tikus
percobaan. Apakah radiasi tegangan tinggi
juga bersifat cocarcinogenik
(merangsang timbulnya kanker),
ternyata masih dalam taraf
dugaan saja, karena tikus-tikus
percobaan yang dikenai radiasi tegangan tinggi tidak ada yang
menjadi terserang kanker,
walaupun diramalkan
kemungkinan terkena kanker
dapat meningkat karenanya.
Memang terdapat perbedaan antara manusia dan tikus,
sehingga penelitian terhadap
tikus-tikus tersebut mungkin lain
hasilnya terhadap manusia.
Walaupun demikian, usaha
manusia untuk mengurangi dampak teknologi berupa
jaringan interkoneksi dan
transmisi tegangan tinggi yang
dapat menimbulkan kemungkinan
terkena radiasi tegangan tinggi
tetap perlu dilakukan, agar diperoleh kepastian mengenai
harga batas aman bagi manusia. Satuan untuk mengukur radiasi
tegangan tinggi tidaklah sama
dengan satuan untuk radiasi
nuklir yang menggunakan satuan
REM, singkatan Rontgen
Equivalent of Man. Satuan radiasi tegangan tinggi masih
menggunakan satuan Weber/
meter2, yaitu satuan flux dalam
sistem mks. Mengingat bahwa l
Weber/m2 sama dengan 104
gauss, sedangkan satuan untuk induksi magnetik telah
ditentukan dengan satuan Tesla
yang besarnya sama dengan 104
gauss, maka satuan radiasi
tegangan tinggi dapat juga
menggunakan satuan Tesla yang identik dengan Weber/m2. Walaupun belum ada kata
sepakat untuk menentukan
batas aman bagi radiasi
tegangan tinggi, namun Amerika
Serikat sebagai negara industri
yang banyak menggunakan jaringan tegangan tinggi, telah
menetapkan batas aman sebesar
0,2 mikro Weber/m2. Sedangkan
Rusia (bekas Uni Sovyet)
menetapkan batas aman radiasi
tegangan tinggi dengan faktor 1000 lebih rendah dari yang
telah ditetapkan Amerika
Serikat. Adanya perbedaan
penetapan batas aman ini
disebabkan karena penelitian
mengenai dampak radiasi tegangan tinggi terhadap
manusia masih belum selesai dan
masih terus dilakukan. Hal
menarik dari penentuan harga
batas aman tersebut adalah
bahwa Amerika Serikat yang menetapkan harga batas aman
tersebut adalah Radiation
Protection Board, sedangkan di
Rusia oleh Ministry Of Health
(Departemen Kesehatan),
sedangkan di Australia oleh Australian Radiation Protection
Society (ARPS), suatu lembaga
non pemerintah.

CAPASITOR BANK

CAPASITOR BANK adalah suatu peralatan tenaga listrik yang terdiri dari sekumpulan kapasitor dan berfungsi untuk memperbaiki factor daya (cos phi). Pemasangan kapasitor selalalu dipasang secara paralel. Cara pemasangan dan peletakkan kapasitor bank bisa dilakukan dengan 3 cara :
1. Individual.
Pada cara ini, kapasitor bank dipasang hanya di bus yang ingin diperbaiki cos phi nya. Keuntungan dari cara ini adalah cos phi di setiap bus selalu baik. Selain itu juga cos phi sistem juga akan baik. Kerugian dari sistem ini adalah terlalu boros dan harganya mahal.
2. Grup.
Sistem Grup ini adalah suatu cara pemasangan Kapasitor Bank yang ditempatkan di bus teratas dalam suatu grup di dalam suatu interkoneksi (Bukan di bus teratas dari keseluruhan sistem). Keuntungan dari cara ini adalah dapat memperbaiki cos phi atau factor daya dalam suatu grup. Kekurangan dari sistem ini adalah meskipun sudah memperbaiki factor daya dalam suatu grup,namun tetap tidak bisa memperbaiki factor daya secara keseluruhan.
3. Central.
Adalah cara pemasangan kapasitor yang dipasang di bagian bus utama suatu sistem. Tujuan utama dari pemasangan ini adalah untuk memperbaiki factor daya di bus utama atau sistem secara keseluruhan. Keuntungan dari sistem ini adalah harganya murah dan factor daya sistem bagus, sedangkan kelemahannya adalah tidak dapat memperbaiki factor daya pada setiap bus beban sehingga seringkali terjadi drop tegangan dan faktor daya buruk pada setiap bus beban yang memiliki beban dinamik (Motor).
Namun pada dasarnya dari ketiga cara diatas tidak ada yang terbaik atau terburuk, namun dalam memilih cara pemasangan kapasitor Bank harus disesuaikan dengan kebutuhannya tidak asal pasang di segala posisi. Selain itu karena harga kapasitor bank yang mahal maka dalam pemilihan spesifikasi kapasitor bank harus disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya jika ingin memperbaiki faktor daya dari suatu sistem, harus mencari dulu nilai kapasitor bank (VAR) yang ingin dipasang. Rumus untuk mencari nilai VAR dari suatu kapasitor bank adalah:
∆Q = P tan (cos-1 φlama ) – P tan (cos-1φBaru)
∆Q = Besar VAR kapasitor Bank.
P = Daya sistem.
cos φ = Faktor daya.
Dalam penentuan kapasitor bank harus diperhatikan spesifikasinya. Karena, jika salah dalam memilih spesifikasi kapasitor bank maka kemungkinan terburuk yang akan terjadi adalah timbulnya Resonansi pada sistem sehingga akibat terparah yang bisa terjadi adalah bisa merusak peralatan listrik yang ada. Dan apabila kita terlalu banyak memasang kapasitor bank akan menyebabkan sistem leading. Dan efek terburuk dari sistem leading ini adalah terjadi loss eksitasi pada generator sehingga generator menjadi menyerap daya reaktif.
Selain untuk perbaikan faktor daya, fungsi lain dari kapasitor bank adalah bisa memperbaiki dan menurunkan drop tegangan serta memperbaiki kualitas daya listrik yang ada. ada dua hal yang mempengaruhi kapasitor bank,yaitu:
1. Suhu lingkungan, semakin tinggi suhu ruangan kerja kapasitor bank maka semakin cepat masa hidupnya.
2. Harmonisa yang dihasilkan peralatan. Beberapa peralatan yang dapat menyebabkan kapasitor bank cepat rusak adalah peralatan yang menghasilkan harmonisa seperti : Inverter, DC Drive, UPS atau uninteruptable power supply, soft starter, rectifier, dan lampu neon.

Senin, 05 Maret 2012

AVO METER

Berikut adalah Penjelasan mengenai cara untuk melakukan pengukuran listrik dengan menggunakan Multimeter ANALOG :
Gambar AVO/Multi Meter

Keterangan
1. Zero Correction (Pengenolan Jarum)
>> Untuk mengenolkan Jarum pada posisi kiri
2. Range Selector
>> Untuk memilih range/batasan hambatan, tegangan atau arus
3. Measuring Terminal
4. Series Condenser
5. Ohm Adjust
>> Untuk mengenolkan jarum saat melakukan pengukuran hambatan

Pengukuran hambatan (ohm)
1. Perhatikan (lihat) kondisi AVO baik atau rusak bodynya
2. Nolkan jarum AVO pada posisi sebelah kiri dengan menggunakan Ohm Zero Correction dengan cara memutar kekiri atau kekanan agar jarum tersebut benar2 ke angka nol sebelah kiri
3. Posisikan Range Selector pada x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k selanjutnya tempelkan ujung kabel negatif dan positif. Nolkan jarum AVO tepat pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan ohm adjust.
“Baik tidaknya range selector x1 Ω, x10 Ω, x100 Ω, pegang ujung negatif dan positif, jarum harus tidak bergerak”.
4. Pada dasarnya untuk pengukuran, Range Selector ohm meter harus betul2 diperhatikan, yaitu setiap memindahkan range selector ke masing2 nilai ohm terlebih dahulu ujung taspinnya disatukan/ dihubungkan. Sambil melihat jarum AVO menunjukkan kurang atu lebih dari angka nol disebelah kanan. Kurang atau lebihnya jarum tersebut kita atur dengan tombol ohm adjusting knop kearah kiri atau kanan sehingga jarum AVO tersebut benar2 ke posisi angka nol.
5. Setiap mau mengukur posisi ohm hendaknya letakkan range selector pada skala yang paling kecil.

Cara Membaca Skala Ohm

Pengukuran tegangan DC volt dan AC volt

Cara Membaca Skala Volt Tegangan AC maupun DC

1. Range selector 0,1v
Skala baca dari 0~10
Jarum maximal 0,1v (10:100:0,1)
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 1 >> 1 disini= 1/100= 0,01
Jadi 0,01 dibagi 5 kolom >> 1/100:5= 1/100×1/5=1/500= 0,02v
2. Range selector 0,5v
Skala baca dari 0~50
Jarum maximal 0,5v (50:100:0,5)
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 10 >> 10 disini= 10/100= 0,1
Jadi 0,1 dibagi 10 kolom >> 10/100:10= 1/10×1/10=1/100= 0,01v
3. Range selector 2,5v
Skala baca dari 0~250
Jarum maximal 2,5v (250:100:2,5)
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 50 >> 50 disini= 50/100= 0,5
Jadi 0,5 dibagi 10 kolom >> 50/100:10= 1/2×1/10=1/20= 0,02v
4. Range selector 10v
Skala baca dari 0~10
Jarum maximal 10v
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 1 >> 1 disini= 1/1= 1
Jadi 1 dibagi 5 kolom >> 1:5= 1×1/5=1/500= 0,02v
5. Range selector 50v
Skala baca dari 0~50
Jarum maximal 50v
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 10 >> 10 disini= 10/1= 10
Jadi10 dibagi 10 kolom >> 10/10= 1v
6. Range selector 250v
Skala baca dari 0~250
Jarum maximal 250v
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 50 >> 50 disini= 1×50= 50
Jadi 50 dibagi 10 kolom >> 50/10= 5v
7. Range selector 1000v
Skala baca dari 0~10 (10×100= 1000)
Jarum maximal 1000v
Sedangkan perkolomnya diambil dari angka 1 >> 1 disini= 1×100= 100
Jadi 100 dibagi 5 kolom >> 100/5= 20v

Rabu, 22 Februari 2012

Thermocouple

a. Apa itu Thermocouple?
Menurut petikan dari sumber yang sangat bisa dipercaya, yang dimaksud thermocouple adalah : a sensor that measures temperature. It consists of two different types of metals, joined together at one end. When the junction of the two metals is heated or cooled, a voltage is created that can be correlated back to the temperature. Nah, silakan diartikan sendiri. Kalau masih nda ngerti, hubungi customer service terdekat.
b. Jenis / type thermocouple
Jenis-jenis/type thermocouple yang umum digunakan : J , K , E , T. Yang membedakan type-type tersebut adalah bahan dasarnya.
Masing-masing tipe mempunyai kemampuan range ukur sesuai table berikut :
 thermocouple-type.jpg

Selain itu, masih ada lagi tipe-tipe lain, tapi kurang umum digunakan, diantaranya yaitu : B, C, N, R, dan S.
Berikut adalah gambar konstruksi dari sebuah thermocouple :
thermocouple-constr.jpg 

c. Probe and Sheath

Probe adalah wire pada thermocouple yang terdiri dari 2 jenis metal yang digabungkan pada kedua ujungnya. Probe biasanya diberi rumah/housing, dan rumah itu disebut sheath.
  1. Semakin besar diameter probe, semakin tinggi range temperature-nya.
  2. Tapi ingat, semakin besar diameter probe, makin kecil respon time-nya. Jadi harus dipilih diameter yang paling tepat.
Sheath, dinding yang membatasi probe, biasanya dibuat dari material stainless steel (SS316) atau bisa juga inconnel. Untuk temperatur yang lebih tinggi, biasanya digunakan inconnel, akan tetapi stainless steel cenderung lebih banyak digunakan karena kemudahan mendapatkannya. Untuk penggunaan pada temperatur yang sangat tinggi, digunakan sheath dengan material khusus (maaf ya, saya juga ngga tau mtlnya apaan).

d. Konfigurasi Junction tip

Tip adalah ujung probe yang disatukan. Lihat gambar. Terdapat 3 jenis konfigurasi junction tip thermocouple :
- grounded
- un-grounded
- exposed
Karakteristiknya sbb:
1. Kalo diurutkan respon time, dari yg paling cepet : 1. Exposed, 2. Grounded, 3. Un-grounded.
2. Perlindungan/electrical isolation bisa didapat oleh ungrounded type. (sayangnya, repon time-nya lambat).
3. Meskipun respon time tercepat didapat oleh exposed type, tapi hati2 kondisi environment, pressure, dll, karena exposed type mempunyai junction (sambungan 2 logam) yg berada di luar. Exposed tip paling pas digunakan untuk mengukur suhu atmosfer.

Mengenai respon time, tadi sudah dibicarakan bahwa probe diameter dan konfigurasi tip sangat menentukan nilai respon time. Grafiknya adalah sbb :
tc_timeresponseinwater.gif

e. Thermocouple Extension Wire
Untuk menyambungkan thermocouple ke perangkat elektronik (baik untuk indikasi, switch, atau kontrol) harus digunakan kabel yang sesuai dengan type thermocouple-nya. Pemilihan kabel yang salah, misalnya asal menggunakan sembarang stranded copper, akan menyebabkan error pembacaan. Hal itu dikarenakan adanya ekstra junction yang tercipta, antara bahan dasar thermocouple dengan bahan dasar kabel.
Oleh karena itu, jika kita menggunakan thermocouple tipe J, ekstension wire-nya juga harus tipe J.
Berikut adalah bahan dasar wire extension sesuai tipe thermocouple-nya :
(untuk tipe yg umum saja)
wire-ext.jpg

Sabtu, 18 Februari 2012

Cable

Ø Kabel NYA

Kabel NYA berinti tunggal, berlapis bahan isolasi PVC, untuk instalasi luar/kabel udara. Kode warna isolasi ada warna merah, kuning, biru dan hitam. Kabel tipe ini umum dipergunakan di perumahan karena harganya yang relatif murah. Lapisan isolasinya hanya 1 lapis sehingga mudah cacat, tidak tahan air (NYA adalah tipe kabel udara) dan mudah digigit tikus.

Agar aman memakai kabel tipe ini, kabel harus dipasang dalam pipa/conduit jenis PVC atau saluran tertutup. Sehingga tidak mudah menjadi sasaran gigitan tikus, dan apabila ada isolasi yang terkelupas tidak tersentuh langsung oleh orang.

Ø Kabel NYM

Kabel NYM memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna putih atau abu-abu), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYM memiliki lapisan isolasi dua lapis, sehingga tingkat keamanannya lebih baik dari kabel NYA (harganya lebih mahal dari NYA). Kabel ini dapat dipergunakan dilingkungan yang kering dan basah, namun tidak boleh ditanam.



Ø Kabel NYAF


Kabel NYAF merupakan jenis kabel fleksibel dengan penghantar tembaga serabut berisolasi PVC. Digunakan untuk instalasi panel-panel yang memerlukan fleksibelitas yang tinggi.


Ø Kabel NYY


Kabel NYY memiliki lapisan isolasi PVC (biasanya warna hitam), ada yang berinti 2, 3 atau 4. Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah), dan memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM (harganya lebih mahal dari NYM). Kabel NYY memiliki isolasi yang terbuat dari bahan yang tidak disukai tikus.


Ø Kabbel NYFGbY


Kabel NYFGbY ini digunakan untuk instalasi bawah tanah, di dalam ruangan di dalam saluran-saluran dan pada tempat-tempat yang terbuka dimana perlindungan terhadap gangguan mekanis dibutuhkan, atau untuk tekanan rentangan yang tinggi selama dipasang dan dioperasikan.


Ø Kabel ACSR


Kabel ACSR merupakan kawat penghantar yang terdiri dari aluminium berinti kawat baja.Kabel ini digunakan untuk saluran-saluran transmisi tegangan tinggi, dimana jarak antara menara/tiang berjauhan, mencapai ratusan meter, maka dibutuhkan kuat tarik yang lebih tinggi, untuk itu digunakan kawat penghantar ACSR.


Ø Kabel AAAC


Kabel ini terbuat dari aluminium-magnesium-silicon campuran logam, keterhantaran elektris tinggi yang berisi magnesium silicide, untuk memberi sifat yang lebih baik. Kabel ini biasanya dibuat dari paduan aluminium 6201. AAAC mempunyai suatu anti karat dan kekuatan yang baik, sehingga daya hantarnya lebih baik.

 
 
Ø Kabel ACAR

Kabel ACAR yaitu kawat penghantar aluminium yang diperkuat dengan logam campuran, sehingga kabel ini lebih kuat daripada kabel ACSR.


Ø Kabel BC

Kabel ini dipilin/stranded, disatukan.
Ukuran / tegangan mak = 6 – 500 mm2 / 500 V  Pemakaian = saluran diatas tanah dan penghantar pentanahan

AC-DC

Arus AC (Alternating Curren)

Arus AC atau kepanjangan dari Alternating Curren adalah arus yang sipatnya mempunya dua arah atau lebih di kenal dengan sebutan arus bolak-balik yang tidak memiliki sisi negatif, dan hanya mempunya ground (bumi). Arus AC biasa di gunakan untuk tegangan listrik PLN sebesar misalnya 220 Volt 50 hezh. ini adalah tegangan standard untuk Indonesia, beda halnya dengan standard Tegangan untuk Negara lainnya. oleh karena itu belum tentu elektronika-elektronka yang ada di indonesia dapat di operasikan di negara lain, seperti misalnya TV buatan indonesia untuk di konsusmsi di Indonesia nah kali kita bawa ke negara lain belum tentu bisa di operasikan, di karnakan beda untuk tegangan jala-jala listriknya.

Arus AC ini biasanya di dapat dari generator listrik dimana generator listrik ini dapat di operasikan melalu beberapa cara untuk menggerakkannya, seperti PLTU (PEmbangkit Listrik Tenaga UAp), PLTG ( Pembangkit Listrik Tenaga Gas) dan lainnya-lainnya. banyak hal yang dapat kita gunakan untuk menggerakkan Generator listrik sebagai media untuk penggeraknya, misalnya saja kita bisa memanfaatkan aliran air di sungai, ataupun aliran air terjun dan sebagainya. Nah dari generator listrik inilah nantinya tegangan-tegangan yang di hasilkan akan kecilkan lagi yang umumnya menggunakan trafo pembagi tegangan. kalo kamu pernah liat di tiang-tiang listrik ada terdapat beberapa trafo, nah trafo inilah yang nantinya menghasilkan tegangan standard 220 Volt. yang dapat di konsumsi oleh kita dan peralatan elektronika lainnya.

Arus DC ( Direct Curren )

Arus DC atau kepanjangan dari Direct Curren adalah merupakan arus searah dimana arus ini harus benar-benar searah dan memiliki kutup positif dan negatif atau lebih dikenal lagi plush minusnya simbul + dan simbul -, Arus CD disini benar-benar sudah disearahkan dengan menggukanan rangkaian penyearah seperti adaftor, fungsi penyearah disini dipakai untuk komponen-komponen elektronika seperti: IC, Resistor, Capasitor, Transistor dan lainnyanya yang semuanya itu menggunakan arus searah.

Jadi kesimpulannya bahwa arus AC itu di gunakan untuk rangkain-rangkain AC dan Arus DC itu digunakan untuk Rangkaian-rangkain DC, seperti Elektronika berupa TV, RADIO, TAPE dan lainnya. kedua arus tersebut sangat berkesinambungan dan saling membantu untuk dunia Elektronika dan lain-lainnya.

Selasa, 20 Desember 2011

inverter scheme

This is a dc to ac inverter scheme which has a capacity of 100W maximum power from a voltage source voltage 12VDC to 220VAC. This circuit according to the designer may last up to 4 years and as can be seen below, the circuit is quite simple. When not know what the inverter also read articles about the inverter technology.
The heart of the circuit is IC 4047 CD that serves as an unstable multivibrator, pin 1 and pin 2 on the IC is the foot that determines the frequency of the resulting circuit. As for the series itself is set on 50Hz.
Inverter IC 2 x CD 4047 produces output which is then amplified by the amplifier transistor TIP122 early on both sides which is then amplified by the 2N3055 used in OCL amplifier on both sides with each side of the second transistor amplifier end.

Schemes DC to AC Inverters DC to AC Inverter Scheme 220V 40Watt
Transformer used is the scheme of the DC to AC inverter is a type of CT (center tap) 9V with a capacity of 10A, but if no one can use transformer 5A, although later on the power generated is only 60Watt maximum.
In designing the dc to ac inverter circuit 100 watts are some things that must be considered, namely:

    
Batteries for the experiment can use the car battery as a source of 12VDC
    
For setting the frequency can be set via the POT R1, setting it to 50Hz using the AVO which supports / Oscilloscope
    
Be sure to use the fuse / fuse 10A guard duty in case of short
    
Use socket for inverter IC 4047
    
Use simple equipment, the resulting output is not suitable when used for computers or other sensitive equipment.
    
Use a heatsink for 2N3055 Transistor
The factor that determines the power capacity in the scheme of this inverter is the maximum current at the end of the transistor amplifier and a transformer is used. For example to get the most out 100 watts using a 12VDC battery voltage then the battery capacity should be ~ 8A. Or:100 watts / 12VDC = 8.3 A in accordance with the power formula P = VXI



English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : miyyo

Powered byEMF Form Builder
Report Abuse