Minggu, 27 Februari 2011

Meningkatkan Performance Windows XP

Kadang kala kita merasa jengkel ketika performa komputer kita menjadi sangat lambat. Sebenarnya ada banyak faktor yang menyababkan komputer kita menjadi lambat untuk melakukan memproses data yang sedang kita kerjakan, diantaranya bisa disebabkan oleh Virus, kapasitas Memory Sementara (RAM) yang kurang memadai, bad sector pada harddisk, maupun sistem operasinya sendiri yang mengalami kerusakan yang bisa disebabkan oleh virus, ataupun proses shut down yang tidak sempurna (win-force turn off) karena putusnya aliran listrik tiba-tiba.

Kali ini saya akan memberikan cara bagaimana meningkatkan performa komputer yang menggunakan sistem operasi Windows XP.

1. DISK DEFRAGMENTER

* Pengertian Disk Defragmenter

Disk Deframenter adalah sebuah program aplikasi yang sudah terintegrasi pada Windows yang berfungsi untuk membantu merapihkan penempatan file/data pada harddisk, setelah data / file tersebut tersusun rapi maka akan memudahkan dan mempercepat Windows membuka data tersebut saat akan digunakan oleh user.

* Fungsi Defragment

Fungsi dari Defrgment ini sudah tentu dapat menjaga kestabilan sistem dan kondisi dari hardisk itu sendiri ataupun eror program. Disk Defragment akan menyusun file yang terfragmentasi (“pecah seribu”) sehingga akan meningkatkan efisienitas harddisk dan mempercepat kinerja Windows.

* Cara menggunakan Disk Defragmenter

1. Tutup semua program ataupun aplikasi yang sedang berjalan atau digunakan untuk memastikan proses defragment berjalan dengan baik, sempurna dan menghindari eror.
2. Klik Menu START->PROGRAM -> Accessories -> System Tools -> Disk Defragmenter
3. Pilih / klik Drive yang akan di defragment, lalu klik tombol ANALYZE untuk menganalisa terlebih dahulu seberapa besar bagian file yang terdefragmentasi atau klik tombol DEGRAGMENT untuk langsung mendefragment partisi yang ditunjuk.
Warna biru merupakan file yang sudah tersusun (Contiguous), warna hijau merupakan file yang tidak bisa di defragment (unmoveable files) dan yang berwarna merah adalah file yang terfragmentasi / terpecah-pecah yang harus kita defragment.

2. Menonaktifkan / mendisable sebagian Services pada Windows XP
Windows XP dirancang sedemikian rupa yang memiliki bantak sekali fitur di dalamnya. Tetapi dalam kenyataanya ada beberapa fitur yang sebenarnya tidak terlalu berfungsi, namun tetap saja di loading oleh Windows yang berakibat pada menurunnya kinerja Windows. Fitur-fitu modul program tersebut dapat dinonaktifkan melalui fasilitas SERVICES.MSC, berikut ini cara nya :

1. Klik Menu START -> RUN -> Ketikan SERVICES.MSC lalu klik OK atau tekan tombol ENTER.
2. Kemudian akan muncul jendela SERVICES dari program module yang default nya selalu di loading oleh Windows.
3. Klik dobel pada services yang akan dinonaktifkan, lalu pada menu drop down START UP TYPE pilih disabled. Contohnya seperti gambar berikut ini :




Berikut ini adalah daftar services yang defaultnya akan di loading tapi kemungkinan tidak terlalu diperlukan untuk beberapa kebutuhan. (Sumber : http://www.techtree.com)

Computer Browser
Module ini untuk memonitor daftar dari computer yang terhubung kedalam jaringan Network. Module Computer Browser dapat dimatikan bila anda mengunakan computer dirumah tanpa terhubung dengan network / LAN.

Distributed Link Tracking Client
Module ini difungsikan untuk memonitor hubungan antar NTFS file didalam computer sendiri atau jaringn network dengan nama domain. Fungsi module ini hanya dibutuhkan bila seseorang membutuhkan link ke computer lain pada sebuah file. Tidak semua orang membutuhkan link dari dan ke computer anda untuk sebuah file dan anda dapat mematikan (Disable).

Error Reporting Service
Fungsi module Error Reporting Service adalah memberikan laporan bila Windows XPterganggu. Fungsi ini tidak berguna dan dapat di Disable.

Help and Support
Mendapatkan file support dengan menekan F1 untuk mengaktifkan. Apakah anda cukup sering melakukan dan membaca help file dari Windows ?, matikan fitur ini.

Indexing Service
Indexes contents and properties of files on local and remote computers bertujuan untuk mempercepat access ke file dengan cara antiran secara flexibel. Service ini tidak dibutuhkan.

Net Logon
Supports pass-through authentication of account logon events for computers in a domain. Bila anda terhubung dengan network dan sebuah domain. Fitur ini diperlukan, tetapi bila anda hanya mengunakan computer sendiri saja dan tidak memiliki domain. Fitur ini dapat dimatikan.

NetMeeting Remote Desktop Sharing
FItur ini untuk memberikan access ke computer anda melalui Netmeeting lewat jaringan Intranet. Jika anda tidak berkenan memberikan access kepada orang lain, khususnya dengan cara Remote ke computer anda. Sebaiknya fitur ini dimatikan.

Network Location Awareness (NLA)
Module ini untuk mencatat dan menyimpan daftar network konfigurasi serta informasi lokasi. Fungsi ini tidak membantu, dan dapat dimatikan.

Network Provisioning Service
Manages XML configuration files on a domain basis for automatic network provisioning. Tidak dibutuhkan untuk computer home dan sistem simple network. Fitur dapat dimatikan.

Performance Logs and Alerts
Fitur module untuk mencatat performa computer dan kegiatan lain yang dicatat pada sebuah file (Log file). Anda tidak perlu pusing dengan performa sistem Windows anda, matikan karena tidak banyak berguna untuk stand-alone.

Portable Media Serial Number Service
Retrieves the serial number of any portable media player connected to this computer. Fungsi module ini tidak berguna dan hanya diperuntukan bagi Windows Media based/compatible (“PlaysForSure”) portable. Pemakai MP3 tidak membutuhkan fitur ini dan sebaiknya dimatikan.

QoS RSVP
Menyediakan pengiriman network signal dan kontrol pada local traffic. Fungsi module dengan konsep memberikan bandwidth lebih besar bagi kebutuhan aplikasi. Nyatanya fungsi ini tidak terlalu berdampak. Pilihan dapat dimatikan atau tetap digunakan.

Remote Desktop Help Session Manager
Manages and controls Remote Assistance. Belum diketahui fungsinya untuk apa, RemoteAssistance bisa diterima. Atau tidak diperlukan dan dapat dimatikan.

Remote Registry
Memberikan otorisasi remote user memodifikasi registry pada sebuah computer. Sebaiknya dimatikan.

Security Center
Monitors system security settings and configurations.” Menampilkan Pop Up ketika firewall down, Anti virus telah out o date atau sistem Windows update sengaja dimatikan.
Bila anda selalu memonitor ke 3 fungsi diatas, fitur ini dapat dimatikan.Karena fungsiSecurity center hanya memonitor dan bukan mencegah dan lebih baik mengawasi langsung dari program pengaman anda.

Server
Dukungan file server seperti printer, file untuk berbagi atau share didalam network. Bisa dibutuhkan bisa tidak, bila anda tidak melakukan share antar computer didalam network. Fitur ini dapat dimatikan.

Smart Card
Manages access to smart cards read by this computer. Anda mengunakan Smart Card pada computer anda. Bila tidak sebaiknya dimatikan.

SSDP Discovery Service
Enables discovery of UPnP devices on your home network.” Windows akan memonitor hardware lain dengan sistem Plug and Play. Fungsi ini dapat dimatikan bila anda tidak lagi menambah perangkat lain atau hardware yang anda gunakan adalah permanen. Tetapi bila anda mengunakan banyak hardware sebaiknya fitur ini tetap diaktifkan.

System Restore Service
Performs system restore functions. Windows dapat mengembalikan sistem Windows dengan melakukan restore bila set point backup dilakukan. Dengan mengaktifkan system restore akan lebih mudah mengembalikan Windows bila terjadi crash serta malfunction dan mengembalikan Windows XP ke waktu anda melakukan backup. Ada pendapat, sistem restore tetap diaktifkan karena lebih cepat mengembalikan sistem Windows seperti set point terakhir. Sayangnya sistem ini mengambil space pada storage. Keuntungannya, anda dengan cepat dapat mengembalikan sistem WinXP yang bermasalah
Pilihannya adalah antara kebutuhan anda apakah mengunakan sistem restore untuk mengembalikan Windows dengan penentuan set point yang anda lakukan. Atau mematikan (Disable) tetapi dengan resiko, bila terjadi crash pada Windows anda harus mengulang menginstall kembali. Keuntungan, anda mendapat space storage lebih besar.

TCP/IP NetBIOS Helper
Provides user experience theme management support for NetBIOS over TCP/IP (NetBT) service and NetBIOS name resolution. Matikan bila anda tidak memerlukan NetBIOS untuk network.

Themes
Provides user experience theme management. Untuk alasan performa, seperti menampilkan interface Win2000. Fitur ini dapat dijalankan melalui Desktop Properti. Jadi tidak ada alasan module ini diload. Anda dapat mematikan fitur ini.

Uninterruptible Power Supply
Manages an uninterruptible power supply (UPS) connected to the computer. Sudah jelas fungsinya bila anda mengunakan UPS memerlukan fungsi ini, fitur ini khusus hanya untuk UPS yang terhubung ke computer melalui COM port. Bila tidak, dapat mematikan.

Wireless Zero Configuration
Menyediakan fungsi otomatis untuk Wireless network adaptor. Bila anda tidak memiliki perangkat WIFI dapat dimatikan.

WMI Performance Adapter
Provides performance library information from WMI HiPerf providers. Tidak jelas untuk apa, dan dapat dimatikan.

Workstation
Creates and maintains client network connections to remote servers. Jika anda mengunakan sharing file didalam network, biarkan fungsi ini tetap bekerja. Bila anda tidak mengunakan fitur sharing dan computer anda berdiri sendiri / stand alone. Fitur ini dapat dimatikan dan tidak berdampak pada koneksi internet.

3. Menambah ukuran pagefile dan Adjustmen Best Performance
Pagefile adalah memory penyimpanan sementara seperti halnya RAM(Random Access Memory) namun fungsinya hanya akan digunakan saat kapasitas dari RAM tidak mencukupi untuk menampung data sementara yang sedang diproses. Cara ini sangat efektif, khususnya untuk komputer yang memiliki kapasitas RAM yang kecil. Sedangkan Adjust for Best Performance adalah fitur dari Windows XP untuk melakukan setting otomatis untuk menonaktifkan beberapa fitur Windows untuk meningkatkan performa nya.

Berikut saya berikan caranya :




1. Pertama klik kanan pada My Computer, lalu pilih Properties
2. Setelah itu, buka tab ADVANCED, lalu pada area box PERFORMANCE, anda klik SETTING.
3. Pada tab VISUAL EFFECT. Anda pilih option Adjust for Best Performance lalu klik Apply. Mungkin akan ada perubahan pada tampilan windows menjadi classic, karena dengan setting tersebut maka fitur yang berfungsi untuk memperindah tampilan visual/grafis Windows akan dinonaktifkan.
4. Selanjutnya klik pada Tab ANDANCED yang bersebelahan dengan tab Visual Effect seperti setting pada No.3 diatas. Pada box MEMORY, anda klik CHANGE.
5. Pilih/tunjuk Drive yang akan digunakan untuk pagefile, lalu pilih option SYSTEM MANAGED SIZE lalu klik SET, lalu OK.


Cara seperti ini mampu meningkatkan kinerja Windows XP sekitar 25%..

4. Remove program yag tidak terlalu penting pada saat Start-Up

Seperti sistem operasi Microsoft lainnya, ketika meng-install program kedalam harddisk. Umumnya beberapa program menempatkan fitur seperti auto update, driver atau program tambahan pada start-up. Mungkin anda tidak pernah sadar bahwar program yang ditempatkan pada start-up Windows juga memperlambat ketika Windows XP akan digunakan.

Untuk membuka dan melihat program apa saja yang diload ketika pertama kali Windows XP mulai bekerja dengan cara masuk ke Menu START -> RUN, ketikan MSCONFIG lalu enter. Setelah muncul jendela System Configuration Utility, buka tab START-UP lalu hilangkan tanda check list (conteng) pada program yang dianggap tidak perlu berjalan pada saat start up. Setelah selesai, klik OK lalu restart komputer.

Oke, sekian tips dari saya dan jika tulisan ini dirasa bermanfaat, silahkan anda share ke facebook, twitter atau lainnya dengan mengklik pada tombol share di bawah posting ini. Atau jika ada referensi lain atau masukan-masukan yang lebih bermanfaat,penulis akan sangat menghargai dan silahkan tulis komentarnya pada posting ini. :)

0 komentar:

Poskan Komentar