Sabtu, 05 Mei 2012

Pahlawan Buruh


Buruh di Jawa Timur yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Nasional (KSN) mendesak pemerintah agar Marsinah, buruh PT Catur Putra Surya (CPS) Sidoarjo yang terbunuh saat menuntut kenaikan upah pada 8 Mei 1993 lalu, ditetapkan menjadi pahlawan buruh.

Alasannya, kematian Marsinah menjadi tonggak sejarah perjuangan kaum buruh secara nasional. Kematian Marsinah, lanjutnya, adalah bukti kesewenangan penguasa, pejabat dan aparat keamanan.

"Saat itu, Marsinah diculik orang-orang tak dikenal, dianiaya, diperkosa kemudian dibunuh dan jasadnya dibuang," kata aktivis KSN Andik Peci di orasinya saat menggelar demo di depan Gedung DPRD Surabaya, Selasa 8 Mei 2012.

Andik menceritakan, saat itu Marsinah memperjuangkan nasib buruh yang tertindas, dengan memelopori demo meminta kenaikan upah kepada perusahaan tempatnya bekerja di kawasan Porong, Sidoarjo. Namun, permintaan kenaikan upah sebesar Rp250 itu ditolak manajemen. Alih-alih, buruh perempuan asal Nganjuk itu diintimidasi, diculik, disiksa kemudian ditemukan telah jadi mayat.

Ironisnya, dalam peristiwa itu tidak ada seorang pun yang ditangkap dan diadili. "Keputusan pengadilan tinggi dan kasasi MA penuh rekayasa, sehingga sejumlah terdakwa divonis bebas murni," kata Andik.

Terkait itu, KSN minta aparat penegak hukum kembali membuka berkas dan mengusut kematian Marsinah. Mereka mendesak, pengadilan menindak siapa saja yang terlibat. "Bagaimanapun juga, sampai detik ini masih terjadi tindakan kekerasan yang menimpa buruh dalam memperjuangkan nasibnya," kata Andik.

sumber :  http://nasional.vivanews.com/news/read/311897-marsinah-pahlawan-buruh

0 komentar:

Poskan Komentar